Bagaimana mencintai diri sendiri? 8 latihan berhenti menguras diri dan menyayangi dirimu
"Kamu harus lebih mencintai dirimu sendiri." Kalimat ini sudah sering kita dengar, tetapi jarang ada orang yang memberitahumu secara spesifik bagaimana cara melakukannya. Alhasil, "mencintai diri sendiri" berubah menjadi slogan yang lembut namun kosong—kamu tahu itu penting, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Sebenarnya, mencintai diri sendiri tidak sesederhana pergi ke spa atau membelikan hadiah untuk menghadiahi diri sendiri, melainkan sebuah cara memperlakukan diri sendiri: tidak menyalahkan diri secara berlebihan saat kamu berbuat salah, tahu kapan harus berhenti saat kamu kelelahan, dan di antara orang lain dan diri sendiri, ingatlah untuk juga memasukkan diri sendiri ke dalam daftar orang yang kamu pedulikan. Artikel ini ingin menggunakan cara yang konkret dan dapat dilakukan, untuk menemanimu perlahan belajar benar-benar menyayangi diri sendiri.
Apa arti sebenarnya dari "mencintai diri sendiri"?
Banyak orang salah mengartikan "mencintai diri sendiri" sebagai sikap egois, memanjakan diri, atau memberi penghargaan material. Namun, mencintai diri sendiri yang sesungguhnya adalah sikap memperlakukan diri sendiri dengan baik secara jangka panjang dan stabil—hal ini lebih mirip dengan cara kamu memperlakukan seorang sahabat yang sangat kamu kasihi: kamu akan memberi dorongan, memaklumi, dan mengulurkan tangan saat mereka jatuh, bukannya malah menginjak mereka.
Inti dari mencintai diri sendiri adalah "menerima diri sendiri tanpa syarat". Bukan menunggu sampai kamu kurus, menghasilkan uang, atau menjadi lebih baik baru layak dicintai, melainkan kamu yang sekarang memiliki kekurangan, bisa berbuat salah, dan tidak sempurna ini, sudah selayaknya diperlakukan dengan lembut oleh diri sendiri.
Hal ini juga mencakup merawat kebutuhan diri sendiri, menetapkan batasan yang sehat, serta mengizinkan diri untuk beristirahat dan membuat kesalahan. Mencintai diri sendiri bukanlah sebuah garis akhir, melainkan bentuk kebaikan pada diri sendiri yang kamu latih setiap hari.
Mencintai diri sendiri ≠ Egois atau memanjakan diri. Ini adalah memperlakukan diri sendiri seperti memperlakukan sahabat terbaik—bisa memaklumi, memberi dorongan, merawat kebutuhan, serta menerima diri sendiri yang tidak sempurna.
Mengapa kamu selalu begitu keras pada dirimu sendiri?
Jika konsep "mencintai diri sendiri" terasa sulit bagimu, itu bukanlah salahmu. Kemungkinan besar kamu sudah belajar untuk memperlakukan dirimu sendiri secara keras sejak kecil. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:
Jarang mendapatkan pengakuan selama proses pertumbuhan dan selalu dituntut untuk "berbuat lebih baik", alhasil kamu menginternalisasi standar yang ketat; atau menyamakan konsep "berbuat baik pada diri sendiri" dengan "kemalasan dan keegoisan", serta merasa bahwa mencambuk diri sendiri adalah satu-satunya cara untuk maju; atau mungkin kamu sudah terlalu terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain, hingga seiring berjalannya waktu lupa bahwa kamu juga memiliki kebutuhan.
Semua ini akan memelihara "kritikus internal" — ia memeriksa kamu dengan standar tertinggi, memperbesar masalah setiap kali kamu melakukan kesalahan, tetapi jarang memberimu dorongan. Belajar mencintai diri sendiri, langkah pertama adalah melihat suara ini, dan perlahan belajar melepaskan diri dari ikatan tersebut.
8 latihan untuk mencintai diri sendiri dengan baik
Mencintai diri sendiri adalah hal yang harus dilatih, bukan sekadar dipahami. Delapan latihan berikut bisa dicoba mulai dari yang paling mudah:
- Berbicaralah pada diri sendiri seperti pada sahabat: ketika melakukan kesalahan, tanyakan pada diri sendiri, "Jika seorang teman yang mengalaminya, apa yang akan aku katakan untuk menghiburnya?" lalu katakan hal itu pada dirimu sendiri
- Izinkan diri sendiri untuk beristirahat: berhenti saat lelah, istirahat bukanlah malas, melainkan perawatan yang diperlukan agar kamu bisa berjalan lebih jauh.
- Tetapkan batasan, belajar menolak: berlatihlah mengatakan "tidak" untuk hal yang tidak ingin kamu lakukan, waktu dan perasaanmu layak untuk dihargai.
- Berhenti membandingkan diri dengan orang lain: Pindahkan perhatian dari "apa yang dimiliki orang lain" kembali ke "apa yang sudah aku miliki dan capai"
- Merawat tubuh dengan baik: Makan, tidur, olahraga dengan benar, tubuh adalah rumah yang paling harus kamu perlakukan dengan baik
- Terima emosi: jangan menekan atau menyalahkan diri sendiri saat sedih atau marah, katakan pada diri sendiri "wajar memiliki perasaan ini".
- Catat kebaikan diri sendiri: Tuliskan satu hal kecil setiap hari yang kamu lakukan dengan cukup baik atau layak disyukuri
- Lakukan hal yang benar-benar membuatmu bahagia: sisihkan waktu untuk hobi serta orang dan hal yang disukai, itu adalah nutrisi bagi diri sendiri.
Kedelapan poin ini tidak harus dilakukan sekaligus, pilihlah satu atau dua hal yang bisa dilakukan untuk memulai. Mencintai diri sendiri adalah kebiasaan yang terakumulasi dari hari ke hari, setiap kali kamu memilih untuk bersikap lembut pada diri sendiri, kamu sedang menumbuhkan kembali nilai dirimu. Jika ingin tahu seberapa mahir kamu merawat diri sendiri saat ini, kamu bisa mencoba tes perawatan diri.
Mencintai diri sendiri yang sesungguhnya vs pura-pura mencintai diri sendiri
Konsep "mencintai diri sendiri" sangat populer beberapa tahun belakangan ini, tetapi beberapa praktiknya sebenarnya hanyalah bentuk pelarian atau pemanjaan diri yang dibungkus dalam topik cinta diri. Membedakan keduanya akan menghindarkanmu dari rasa hampa meski terus "mencintai".
Benar-benar mencintai diri sendiri
- Menerima Ketidaksempurnaan dan Tidak Menyalahkan Diri Sendiri
- Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Jangka Panjang
- Menetapkan Batasan yang Sehat untuk Diri Sendiri
- Melakukan Hal yang Membuat Diri Sendiri Mantap dan Bahagia
⚠ Cinta diri yang semu
- Menghindari Emosi Lewat Belanja dan Makan Berlebihan
- Memanjakan Diri Sebagai Alasan "Aku Layak Mendapatkannya"
- Menjadikan Alasan Mencintai Diri Sendiri untuk Berkelit dari Tanggung Jawab
- Hanya mengejar kepuasan sesaat
Perbedaannya adalah: mencintai diri sendiri yang sejati adalah membuat "kamu di masa depan" juga berterima kasih atas keputusan saat ini; mencintai diri sendiri secara palsu sering kali hanya memuaskan saat ini, tetapi setelahnya justru semakin terasa hampa. Terkadang, mencintai diri sendiri justru merupakan pilihan yang bersedia tidur lebih awal dan bersedia menghadapi masalah.
Setelah mencintai diri sendiri, hubungan juga akan membaik
Banyak orang khawatir bahwa mencintai diri sendiri akan membuat mereka menjadi egois dan menjauhkan orang lain, padahal justru sebaliknya. Saat kamu mengerti cara mencintai diri sendiri, pergaulan dan hubunganmu sering kali akan menjadi lebih sehat.
Karena seseorang yang kurang mencintai dirinya sendiri rentan untuk terlalu menyenangkan orang lain di dalam hubungan, takut ditinggalkan, dan mengikat nilai dirinya pada orang lain; sementara saat rasa amanmu berasal dari dalam diri dan tidak perlu membuktikan kepada orang lain bahwa dirimu layak dicintai, kamu justru akan mampu mencintai orang lain dengan lebih santai, serta lebih berani menetapkan batasan dan mengekspresikan kebutuhan yang sebenarnya.
Mencintai diri sendiri bukanlah mendorong orang lain menjauh, melainkan mengisi cangkir diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kamu memiliki kelonggaran untuk dibagikan kepada orang lain. Semakin kamu bisa menyayangi diri sendiri dengan baik, semakin kamu bisa mencintai orang yang kamu pedulikan dengan cara yang sehat dan tidak merasa dirugikan.
Mulai hari ini, tempatkan dirimu kembali dalam daftarmu
Jika kamu membaca sampai di sini dan hatimu sedikit tersentuh, itu mungkin karena kamu sudah sangat lama tidak memperlakukan dirimu dengan baik. Tidak apa-apa, memulai sekarang tidak pernah terlambat. Mencintai diri sendiri tidak membutuhkan transformasi total dalam semalam, hal itu tersembunyi di setiap pilihan kecil—izinkan dirimu beristirahat saat lelah, kurangi memarahi diri sendiri saat berani berbuat salah, dan ucapkan dengan berani saat membutuhkan.
Kamu tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu agar layak dicintai oleh diri sendiri. Dirimu yang bisa melakukan kesalahan, rapuh, dan masih berusaha ini, sudah layak untuk diperlakukan dengan lembut saat ini.
Hari ini, mari mulai dari satu hal kecil: Katakan pada dirimu sendiri sebuah kalimat dorongan semangat yang biasanya kamu ucapkan kepada sahabat karibmu. Tempatkan kembali dirimu ke dalam daftar hal-hal yang kamu pedulikan. Kamu layak mendapatkannya.
Pertanyaan Umum FAQ
Sebenarnya apa itu "mencintai diri sendiri"? Apakah itu sangat egois?
Mencintai diri sendiri bukanlah egois, melainkan memperlakukan diri sendiri seperti kamu memperlakukan sahabat terbaikmu—yaitu dengan memahami, memberi dorongan, merawat kebutuhan, serta menerima diri sendiri yang tidak sempurna. Hal ini mencakup penerimaan diri tanpa syarat, merawat fisik dan mental, menetapkan batasan, serta memberi izin untuk beristirahat dan berbuat salah. Egoisme sejati adalah hanya memedulikan diri sendiri tanpa peduli orang lain, sedangkan mencintai diri sendiri berarti merawat diri dengan baik terlebih dahulu, sehingga justru memiliki lebih banyak kelebihan untuk memperlakukan orang lain dengan baik.
Kenapa aku selalu tidak bisa mencintai diri sendiri dan selalu bersikap keras pada diri sendiri?
Ini biasanya bukanlah masalahmu, melainkan kebiasaan yang terbentuk dari luar. Mungkin dalam masa pertumbuhanmu kamu jarang ditekan dan diakui, selalu dituntut untuk berbuat lebih baik, sehingga menginternalisasi standar yang keras; atau menyamakan berbuat baik pada diri sendiri dengan kemalasan dan keikisan. Ini akan memelihara seorang "kritikus internal". Langkah pertama untuk berubah adalah menyadari suara ini, berlatih memperlakukan diri sendiri dengan kelembutan yang sama seperti saat memperlakukan seorang teman, perlahan-lahan ikatan itu akan longgar.
Apa Saja Hal Konkret yang Bisa Dilakukan untuk Mencintai Diri Sendiri?
Mulailah dari latihan kecil:hibur diri sendiri saat berbuat salah dengan nada bicara kepada teman, izinkan diri beristirahat saat lelah, berlatih menolak hal yang tidak ingin dilakukan, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, makan tidur dan berolahraga dengan baik, terima emosi tanpa menyalahkan diri sendiri, catat satu hal kecil yang dilakukan dengan baik setiap hari, sisihkan waktu untuk melakukan hal yang benar-benar membahagiakan. Tidak harus langsung dilakukan sekaligus, pilih satu atau dua untuk dimulai, mencintai diri sendiri adalah kebiasaan yang terakumulasi hari demi hari.
Apa bedanya mencintai diri sendiri dengan bersikap indulgen (boros belanja, makan berlebihan)?
Kuncinya adalah melihat "apakah dirimu di masa depan akan berterima kasih atas keputusan ini". Cinta diri yang sejati adalah merawat kesehatan fisik dan mental jangka panjang, menerima diri sendiri, menetapkan batasan yang sehat; cinta diri yang palsu adalah menggunakan belanja atau makan berlebihan untuk melarikan diri dari emosi, menganggap pelampiasan sebagai "aku layak mendapatkannya", hanya memuaskan saat ini, dan merasa semakin hampa sesudahnya. Terkadang cinta diri yang sesungguhnya justru adalah pilihan yang bersedia tidur lebih awal dan bersedia menghadapi masalah.
Apakah mencintai diri sendiri akan membuatku menjadi egois dan mempengaruhi hubungan?
Justru sebaliknya. Orang yang kurang mencintai dirinya sendiri rentan menyenangkan orang lain secara berlebihan, takut ditinggalkan, dan mengaitkan nilai diri pada orang lain; ketika rasa amanmu berasal dari dalam diri, kamu justru dapat mencintai orang lain dengan lebih santai, lebih berani mengekspresikan kebutuhan, dan menetapkan batasan. Mencintai diri sendiri seperti mengisi penuh cangkirmu terlebih dahulu sebelum memiliki kelebihan untuk dibagikan kepada orang lain, hal ini akan membuat hubungan menjadi lebih sehat alih-alih semakin renggang.