Apa itu growth mindset? Bedanya dengan fixed mindset dan cara menumbuhkannya
Menghadapi tantangan yang sangat sulit, sebagian orang berpikir "aku memang bukan terlahir untuk bidang ini", sehingga menyerah lebih awal; sementara sebagian orang berpikir "aku hanya belum belajar", sehingga terus mencoba. Kesulitan yang sama, dengan dua reaksi yang jauh berbeda, di baliknya sebenarnya terdapat dua "pola pikir" yang sedang bekerja. Psikolog Universitas Stanford Carol Dweck yang menghabiskan waktu puluhan tahun untuk meneliti menemukan bahwa keyakinan seseorang tentang "kemampuan dapat diubah melalui usaha" sangat memengaruhi cara mereka menghadapi kemunduran, bahkan menentukan seberapa jauh mereka bisa melangkah. Artikel ini ingin mengobrol denganmu tentang "pola pikir berkembang" (growth mindset)—hal itu bukanlah bawaan lahir, melainkan sebuah cara pandang terhadap The World yang bisa kamu kembangkan secara sengaja.
Pola pikir berkembang vs. pola pikir tetap: apa bedanya?
Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua jenis. "Fixed Mindset" meyakini bahwa kemampuan, kecerdasan, dan bakat bersifat tetap sejak lahir, dan kerja keras tidak akan banyak mengubahnya. Orang yang memegang pola pikir ini akan memperlakukan setiap penampilan sebagai Judgement atas "bisa atau tidaknya" diri mereka, sehingga mereka sangat takut gagal dan takut tantangan, karena kegagalan seolah-olah membuktikan bahwa "aku tidak cukup baik".
"Growth Mindset" percaya bahwa kemampuan dapat dipelihara secara perlahan melalui usaha, pembelajaran, dan latihan. Orang yang memegang pola pikir ini melihat tantangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan kegagalan sebagai proses "belum bisa". Mereka bukannya tidak peduli pada hasil, melainkan lebih percaya bahwa "sekarang belum bisa, bukan berarti selamanya tidak bisa".
Perbedaan terbesar antara keduanya bukan terletak pada siapa yang lebih berbakat, melainkan reaksi saat menghadapi kesulitan: pola pikir tetap mudah mundur dan menyerah; sementara pola pikir bertumbuh bersedia mencoba dan bertahan. Jika ingin tahu apa yang lebih kamu condongkan, kamu bisa mencoba tes pola pikir bertumbuh.
Kamu termasuk yang mana? Reaksi khas dari dua pola pikir
Di bawah situasi yang berbeda, kedua cara berpikir ini akan memunculkan reaksi yang sangat berbeda. Bandingkan dan lihat mana yang lebih mirip denganmu:
- Menghadapi tantangan: Tipe tetap berpikir 'terlalu sulit, jangan sampai mempermalukan diri' lalu menghindar; Tipe berkembang berpikir 'coba saja, belajar berarti untung'
- Menghadapi kerja keras: tipe *fixed* merasa 'harus berusaha berarti aku kurang pintar'; tipe *growth* percaya 'usaha adalah jalan wajib untuk menjadi kuat'.
- Menghadapi kegagalan: Tipe tetap menganggapnya sebagai bukti 'aku tidak bisa'; Tipe berkembang menganggapnya sebagai petunjuk 'bagaimana menyesuaikan diri di lain waktu'
- Menghadapi kritik: Tipe tetap mudah terluka, defensif; tipe bertumbuh akan menemukan bagian yang berguna darinya
- Menghadapi kesuksesan orang lain: Tipe tetap merasa terancam, cemburu; tipe bertumbuh menjadikannya teladan untuk belajar
Bagaimana pola pikir diam-diam menentukan hidupmu
Pola pikir terdengar abstrak, namun dampaknya pada kehidupan sangatlah nyata. Penelitian menemukan bahwa pelajar yang memegang pola pikir berkembang lebih bersedia bertahan saat menghadapi mata pelajaran yang sulit, dan kemajuan nilai mereka juga lebih jelas; di tempat kerja, orang dengan pola pikir berkembang lebih berani menerima tantangan dan menghadapi umpan balik, dalam jangka panjang kemampuan dan peluang yang terakumulasi juga semakin banyak.
Alasannya tidak sulit dipahami: karena percaya bahwa "kemampuan dapat diubah", orang dengan pola pikir bertumbuh (growth mindset) tidak takut mengekspos kekurangan diri mereka, sehingga lebih berani belajar, bertanya, dan mencoba; sementara orang dengan pola pikir tetap (fixed mindset), demi melindungi citra "aku hebat", justru akan menghindari tantangan yang berpotensi gagal, sehingga tanpa sadar membatasi ruang pertumbuhan mereka sendiri.
Sifat 'bersedia menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah' ini juga berkaitan erat dengan 'ketekunan' dalam psikologi. Growth Mindset menyediakan 'alasan' untuk bertahan, sedangkan ketekunan adalah 'aksi nyata' untuk bertahan. Jika kamu penasaran dengan tingkat ketekunanmu, kamu bisa mencoba tes ketekunan, melihat keduanya secara berdampingan akan membuatmu lebih memahami caramu menghadapi tujuan jangka panjang.
6 metode untuk menumbuhkan pola pikir berkembang
Kabar baiknya adalah pola pikir tidaklah tetap sejak lahir, melainkan bisa dilatih. Enam metode di bawah ini dapat membantumu perlahan beralih dari pola pikir tetap menuju pola pikir berkembang.
- Tambahkan kata 'masih' di belakang kalimat: ubah 'aku tidak bisa' menjadi 'aku masih belum bisa', hanya dengan satu kata, kamu membuka kemungkinan untuk berubah bagi dirimu sendiri
- Alihkan fokus dari 'hasil' ke 'proses': puji usaha, strategi, dan kemajuan diri sendiri (serta orang lain), bukan hanya bakat dan nilai semata
- Mendefinisikan ulang kegagalan: Anggap itu sebagai 'umpan balik' alih-alih 'Judgement', setiap kali gagal tanyakan 'apa yang aku pelajari darinya?'
- Sambut tantangan alih-alih menghindarinya: sengaja melakukan hal-hal yang agak sulit dan bisa memberimu pelajaran, serta jadikan zona nyaman sebagai titik awal.
- Belajar dari orang lain, bukan membandingkan: saat melihat orang lain hebat, tanyakan 'bagaimana caranya dia bisa melakukannya?' alih-alih 'kenapa aku begitu payah'.
- Berbuat baiklah pada diri sendiri di tengah proses: Pertumbuhan itu lambat, izinkan dirimu macet, berbuat salah, katakan pada dirimu sendiri kata-kata dorongan yang akan kamu ucapkan kepada sahabat karibmu
Kamu bukan 'tidak bisa', hanya 'belum belajar'
Bagian paling menyentuh dari pola pikir berkembang adalah mengubah hidup dari sebuah ujian "membuktikan apakah diri sendiri cukup baik" menjadi perjalanan "aku bisa menjadi semakin baik". Ketika kamu mulai percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan, kegagalan tidak lagi begitu menakutkan, karena itu hanyalah bagian dari proses; tantangan pun bukan lagi ancaman, melainkan kesempatan untuk membuat diri sendiri menjadi kuat.
Perlu diingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki pola pikir bertumbuh secara utuh. Kita masing-masing akan berayun di antara kedua pola pikir tersebut dalam situasi yang berbeda—sangat percaya diri di bidang yang dikuasai, tetapi mudah meragukan diri sendiri di bidang yang tidak dikuasai, dan ini adalah hal yang sangat normal. Kuncinya bukanlah menuntut diri sendiri untuk selalu positif, melainkan ketika suara 'aku memang tidak bisa sejak lahir' itu muncul, kamu dapat menyadarinya, dan dengan lembut mengganti kalimat tersebut untuk dirimu sendiri.
Mengubah pola pikir adalah latihan seumur hidup dan tidak akan tercapai dalam semalam. Namun setiap kali Anda memilih untuk percaya 'saya masih bisa belajar', setiap kali Anda bersedia bertahan sedikit lebih lama dalam menghadapi kesulitan, Anda sedang membentuk diri Anda sedikit demi sedikit menjadi seseorang yang lebih tangguh dan lebih menyukai diri sendiri. Anda bukan 'tidak bisa', Anda hanya 'belum belajar' saja.
Pertanyaan Umum FAQ
Apakah pola pikir berkembang itu bawaan lahir? Apakah orang dewasa masih bisa melatihnya?
Pola pikir bertumbuh bukanlah hal yang tetap sejak lahir, melainkan sejenis kemampuan dan cara memandang tantangan yang dapat dibentuk di kemudian hari, serta dapat dilatih pada usia berapa pun. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan bagi orang dewasa, melalui penyesuaian yang disengaja terhadap sudut pandang dalam melihat kegagalan dan usaha——seperti mengubah 'aku tidak bisa' menjadi 'aku belum bisa', serta menjadikan kegagalan sebagai umpan balik alih-alih Judgement——semua itu dapat perlahan-lahan beralih dari pola pikir tetap ke pola pikir bertumbuh. Hal ini adalah sebuah kebiasaan, dan kebiasaan dapat dibentuk kembali.
Apakah pola pikir bertumbuh itu berarti 'berpikir positif' atau 'berusaha pasti sukses'?
Belum tentu. Pola pikir bertumbuh bukanlah optimisme yang buta, juga bukan pernyataan bahwa "selama berusaha pasti sukses". Intinya adalah keyakinan bahwa "kemampuan dapat diubah melalui kerja keras dan pembelajaran", sehingga seseorang bersedia menghadapi tantangan serta belajar dari kegagalan. Pola pikir ini juga mementingkan strategi, metode, and penyesuaian dari umpan balik, alih-alih sekadar bekerja keras tanpa arah. Pola pikir bertumbuh yang sehat adalah meyakini bahwa diri sendiri akan berkembang, sekaligus menghadapi realitas dan proses secara pragmatis.
Aku punya pola pikir berkembang dan pola pikir tetap sekaligus, apakah ini normal?
Sangat normal. Kenyataannya, tidak ada seorang pun yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) seutuhnya. Kita semua akan berayun di antara bidang dan situasi yang berbeda—mungkin memiliki pola pikir berkembang dalam hal-hal yang dikuasai, tetapi jatuh ke dalam pola pikir tetap (fixed mindset) pada hal-hal yang tidak dikuasai atau yang sangat dipedulikannya. Poin utamanya bukanlah menuntut diri sendiri untuk selalu memiliki pola pikir berkembang, melainkan melatih kesadaran diri: ketika suara-suara berpola pikir tetap (misalnya 'saya memang tidak berbakat sejak lahir') muncul, kenali suara tersebut, dan berlatihlah menggantinya dengan pernyataan yang lebih fleksibel untuk diri sendiri.
Bagaimana cara mendidik anak dengan pola pikir berkembang?
Kuncinya adalah pada 'memuji proses, bukan sekadar hasil'. Dibandingkan dengan mengatakan 'kamu begitu pintar', yang lebih membantu adalah memuji usaha, strategi, dan kemajuan anak, contohnya 'kamu tadi berusaha sangat keras mencoba berbagai cara'. Hal ini akan membuat anak mengaitkan keberhasilan dengan usaha yang dapat diubah, bukan bakat yang tetap, sehingga mereka tidak lagi takut gagal dan lebih berani menantang diri. Pada saat bersamaan, buat anak tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari belajar, dan jadilah teladan dengan menunjukkan sikap berkembangmu sendiri saat menghadapi kesulitan.