<<< Apa itu pemisahan tugas? Psikologi Adler dan The Courage to Be Disliked membantumu melepas beban yang bukan milikmu|MBT1 - Tes Kepribadian MBTI & Zodiak
Pertumbuhan Diri

Apa itu pemisahan tugas? Psikologi Adler dan The Courage to Be Disliked membantumu melepas beban yang bukan milikmu

Apa itu pemisahan tugas? Psikologi Adler dan The Courage to Be Disliked membantumu melepas beban yang bukan milikmu
Ringkasan

Apakah kamu sering mengalami insomnia karena memikirkan "apa pendapat orang lain"? Mengirim pesan namun pihak lain tidak langsung membalas, kamu sudah tidak tahan untuk berulang-ulang menebak-nebak apakah dirimu salah bicara; membuat sebuah keputusan, hanya dengan membayangkan keluarga akan kecewa dan rekan kerja akan memiliki pendapat, membuatmu tertunda-tunda hingga tidak mampu mengambil keputusan. Kamu menghabiskan begitu banyak tenaga untuk menebak-nebak, menyenangkan, dan mengendalikan reaksi orang lain, namun pada akhirnya justru membuahkan kelelahan sekujur tubuh, dan sama sekali tidak membuat siapa pun merasa benar-benar lebih puas. Jika bagian teks ini menusuk hatimu, maka "pemisahan tugas" dalam psikologi Adler, besar kemungkinan merupakan resep obat yang kamu butuhkan. Konsep yang dipopulerkan oleh buku "The Courage to Be Disliked" ini, sekilas terdengar agak kejam, namun jika dipikirkan secara mendalam akan membuat orang merasa tercerahkan: ternyata ada banyak hal padaThe World, sama sekali bukan tanggung jawabmu, dan juga tidak berada di dalam kendalimu. Artikel ini akan membawamu melihat selangkah demi selangkah apa sebenarnya pemisahan tugas itu, bagaimana cara membedakan tugas siapakah suatu hal, lalu menjernihkan bagian dari konsep tersebut yang sering disalahartikan sebagai "acuh tak acuh dan egois", serta mendemonstrasikan bagaimana menggunakannya di dalam hubungan orang tua-anak, tempat kerja, dan percintaan, dan terakhir menemanimu berlatih menggunakannya untuk mengurangi pengurasan energi sendiri yang menguras habis dirimu.

Psikologi Adler dan buku The Courage to Be Disliked

Untuk membahas pemisahan tugas, kita harus mengenali sumbernya terlebih dahulu. Alfred Adler adalah seorang psikolog yang sejajar dengan Freud dan Jung, "psikologi individual" yang diprakirakannya memiliki pandangan yang sangat berbeda dari arus utama saat itu: manusia tidak ditentukan oleh trauma masa lalu, melainkan memilih perilaku saat ini demi suatu "tujuan". Pemikiran ini benar-benar dilihat secara luas dalam The World berbahasa Tionghoa berkat buku "The Courage to Be Disliked" (Berani Tidak Disukai) yang ditulis bersama oleh Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Buku ini menggunakan bentuk dialog antara seorang filsuf dan seorang anak muda, membedah teori abstrak Adler menjadi perdebatan-perdebatan sehari-hari, membuat tak terhitung banyaknya pembaca untuk pertama kalinya mendapati bahwa kekhawatiran dalam hidup ternyata bisa dipahami ulang dengan cara seperti ini.

Alasan mengapa buku *The Courage to Be Disliked* memicu resonansi yang begitu besar adalah karena buku ini langsung menantang pemikiran kita yang sudah mendarah daging. Ada sebuah kalimat yang beredar luas di dalam buku: "Semua masalah berasal dari hubungan antarpribadi." Sekilas terdengar berlebihan, tetapi jika dipikirkan lebih dalam, kita akan mendapati bahwa sebagian besar kecemasan kita, entah itu rasa rendah diri, kompetisi, sikap menyenangkan orang lain, atau kemarahan, hampir semuanya tidak bisa dilepaskan dari "bagaimana pandangan orang lain terhadapku" dan "bagaimana hubunganku dengan orang lain". Sifat dasar masalah yang berakar pada hubungan antarpribadi ini berarti kunci untuk mengurainya tentu saja harus dimulai dari cara bergaul dengan sesama.

Dan pemisahan tugas, justru merupakan kunci utama yang diberikan oleh Adler. Hal itu bukanlah menuntutmu menjadi orang berdarah dingin dan memutus hubungan dengan orang lain, melainkan menyediakan standar penilaian yang jelas untuk membantumu melihat dengan jernih di dalam sebuah hubungan, mana hal yang menjadi tanggung jawabmu dan mana yang merupakan tanggung jawab pihak lain. Ketika garis batas ini menjadi jelas, kamu tidak perlu lagi merasa cemas karena hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, dan tidak perlu memikul kehidupan orang lain di atas pundakmu sendiri. Selanjutnya, mari kita bedah konsep ini secara mendetail.

Apa Itu Pemisahan Tantangan?

Arti dari pemisahan tugas adalah membagikan berbagai urusan di dalam hidup menjadi "ini adalah tugasku" dan "ini adalah tugas orang lain", lalu fokus menangani bagian milik sendiri, tidak mencampuri urusan yang termasuk milik orang lain, serta tidak membiarkan orang lain ikut campur dalam urusan milik sendiri. Adler berpendapat bahwa penderitaan dalam hubungan antarpribadi sebagian besar berasal dari tindakan kita yang terus-menerus melangkah ke dalam tugas orang lain, atau memikul tugas orang lain secara paksa ke pundak sendiri, hingga membuat satu sama lain merasa kesulitan bernapas.

Ambil contoh yang sering dikutip dalam buku: seorang anak tidak mau belajar. Dalam pandangan tradisional, orang tua akan merasa bahwa "membuat anak belajar dengan baik" adalah tanggung jawab mereka sendiri, sehingga mereka memaksa, mengomel, dan marah. Namun dari sudut pandang pemisahan tugas, "apakah mau belajar, apakah bisa belajar dengan baik" pada akhirnya adalah tugas anak itu sendiri, karena orang yang menanggung hasilnya adalah anak itu sendiri. Yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menyediakan lingkungan, mengungkapkan kepedulian, dan mengulurkan tangan saat anak meminta bantuan, tetapi tidak dapat benar-benar menggantikan anak untuk belajar, apalagi menggunakan kecemasan untuk memaksa. Begitu garis batas ini dipisahkan dengan jelas, tarik-menarik antara orang tua dan anak sering kali akan mereda sebagian besar.

Begitu pula, bagaimana menilai apakah suatu hal benar-benar merupakan tantangan bagi diri sendiri? Buku "Berani Tidak Disukai" menawarkan sebuah pertanyaan yang sangat praktis: "Hasil yang dibawa dari pilihan ini, pada akhirnya siapa yang menanggungnya?" Orang yang menanggung hasilnya adalah pemilik dari hal tersebut. Apakah orang lain menyukai kamu atau tidak, apakah mereka ingin marah kepadamu atau tidak, bagaimana mereka mengevaluasi keputusanmu, reaksi-reaksi ini pada akhirnya terjadi pada "orang lain", yang merupakan hal yang harus dihadapi dan ditangani oleh orang lain, jadi hal tersebut adalah tantangan bagi orang lain; sedangkan apakah kamu bisa menjadi diri sendiri dengan tulus, apakah kamu bisa bertanggung jawab atas pilihanmu sendiri, barulah tantangan bagi kamu.

Pembedaan ini terdengar sederhana, tetapi melakukannya membutuhkan latihan, karena sejak kecil kita telah diajari untuk peduli pada pandangan orang lain dan bertanggung jawab atas emosi orang lain. Namun begitu kamu mulai secara sadar bertanya pada diri sendiri "Sebenarnya ini tantangan siapa?", kamu akan menyadari bahwa ternyata begitu banyak hal yang membuatmu gelisah dan susah tidur, sebenarnya sama sekali bukan berada di dalam lingkup tanggung jawabmu.

Milik siapakah masalah ini? Gunakan satu kalimat tanya untuk memisahkan batasan

Bagian paling praktis dari pemisahan tugas adalah karena hal itu memberimu alat penjudizi yang bisa dibawa kemana-mana. Setiap kali kamu terjebak dalam kecemasan lagi, ingin ikut campur atau mengendalikan suatu hal, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri: "Hasil dari hal ini, pada akhirnya siapa yang menanggungnya?" Pertanyaan ini seperti pisau yang dengan rapi memotong tanggung jawab yang saling berbelit-belit.

Kita bisa menggunakan beberapa skenario umum dalam kehidupan untuk melatih pembedaan ini. Poin utamanya bukan menjadi tak berperasaan, melainkan melihat dengan jelas ke mana tenaga harus dikeluarkan.

  • Kamu menyatakan perasaan kepada orang yang kamu sukai; apakah orang tersebut menerima atau tidak, dan apakah ia akan menjauh karenanya atau tidak, itu adalah tantangan bagi pihak lain. Apakah kamu mau mengumpulkan keberanian dan mengekspresikan isi hatimu dengan tulus, itulah tantanganmu.
  • Kamu telah menyelesaikan sebuah proposal dengan serius. Apakah atasan menghargainya atau ingin menggunakannya adalah urusan atasan; apakah kamu telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai standar kepuasan dirimu sendiri adalah urusanmu.
  • Anda membuat keputusan hidup yang besar, apakah orang tua kecewa atau bisa memaklumi adalah persoalan yang harus dicerna oleh orang tua; apakah Anda bisa bertanggung jawab atas hidup Anda sendiri dan setia pada apa yang benar-benar Anda inginkan, itu adalah persoalan Anda.
  • Ketika seorang teman sedang dalam suasana hati yang buruk, cara dia menghadapi dan kesediaannya untuk bangkit pada akhirnya adalah persoalannya; yang dapat Anda lakukan adalah mendampingi dan mendengarkan, tetapi Anda tidak bisa merasakan untuknya, dan tidak perlu menanggung semua keterpurukannya ke dalam diri Anda sendiri.
  • Kamu mengucapkan isi hatiku, orang lain mau mengartikannya sebagai niat baik atau niat buruk, mau marah karenanya atau tidak, itu adalah urusan orang lain; apakah kamu berniat baik dan menyampaikannya dengan benar, itulah bagian yang bisa kamu pegang kendali.

Pemisahan urusan bukanlah sikap dingin, melainkan bentuk penghormatan

Tempat yang paling sering disalahartikan dari pemisahan tugas adalah ketika seseorang mendengarnya lalu berkata: "Bukankah itu berarti masing-masing mengurus urusannya sendiri dan urusan hidup mati orang lain bukan urusanku?" Ini sebenarnya adalah kesalahpahaman yang sangat besar. Semangat pemisahan tugas sama sekali bukanlah sikap acuh tak acuh atau pemutusan hubungan, melainkan sebaliknya, hal itu adalah bentuk penghormatan dan kepercayaan yang mendalam, dengan meyakini bahwa pihak lain memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani kehidupannya sendiri.

Coba pikirkan, ketika kamu bersikeras menanggung tantangan orang lain, hal itu sebenarnya menyiratkan sebuah bentuk keangkuhan: kamu berasumsi bahwa pihak lain tidak memiliki kemampuan untuk menangani urusan mereka sendiri, sehingga membutuhkan campur tangan dan penyelamatan darimu. Dan ketika kamu terlalu banyak ikut campur, kamu sering kali merampas kesempatan pihak lain untuk belajar dan bertumbuh dari pilihan serta konsekuensi mereka sendiri. Penghormatan yang sesungguhnya adalah, setelah menarik garis batasan, kamu tetap bersedia memberikan bantuan saat pihak lain membutuhkan, tetapi menyerahkan kembali hak kendali penuh atas "apakah akan menerima bantuan dan bagaimana membuat keputusan akhirnya" kepada pihak tersebut.

Oleh karena itu, pemisahan tugas (pembagian tanggung jawab) bukan berarti menolak kepedulian atau memutuskan hubungan. Seseorang yang memahami pemisahan tugas tetap akan sangat mencintai keluarganya, mempedulikan temannya, dan merawat hubungannya dengan serius, hanya saja ia tidak lagi mencintai dengan cara mengontrol, memeras, atau mengorbankan diri sendiri. Ia peduli, namun tidak melewati batas; ia membantu, namun tidak memaksa; ia mempedulikan, namun tidak menjadikan emosi orang lain sebagai tanggung jawabnya sendiri. Hubungan semacam ini justru terasa lebih sehat, karena kedua belah pihak sama-sama dapat mempertahankan ruang masing-masing sekaligus bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Dengan memilah batasan dengan jelas, cinta tidak akan berubah menjadi beban bagi satu sama lain.

Penerapan pemisahan masalah (Circles of Concern) dalam hubungan orang tua-anak, tempat kerja, dan percintaan

Setelah memahami prinsipnya, hal yang paling penting selanjutnya adalah menerapkannya ke dalam hubungan yang nyata. Penerapan pemisahan tantangan dalam berbagai skenario memiliki fokus masing-masing, mari kita lihat satu per satu.

Dalam hubungan orang tua dan anak, pemisahan tugas adalah hal yang paling ampuh untuk meredakan tarik-ulur yang berkedok "demi kebaikanmu". Orang tua yang mengkhawatirkan masa depan anak dan terburu-buru membuat perencanaan untuk anak, sering kali memikul pilihan hidup yang seharusnya milik anak menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Ketika orang tua bersedia mundur selangkah dan mengembalikan urusan-urusan yang hasil akhirnya harus ditanggung oleh anak—seperti belajar, berteman, memilih jurusan, dan memilih pekerjaan—kepada anak untuk bertanggung jawab, hubungan yang tegang justru akan menjadi longgar. Tugas orang tua adalah memberikan cinta dan dukungan yang stabil serta uluran bantuan saat dibutuhkan, alih-alih mengendalikan dengan kecemasan. Hal yang sama juga berlaku bagi anak dewasa; apakah orang tua puas dengan pilihanmu adalah tugas orang tua, kamu tidak perlu mengorbankan hidupmu sendiri demi membuat mereka merasa tenang.

Di tempat kerja, pemisahan tantangan dapat membantumu melepaskan banyak pengurasan energi sendiri yang tidak perlu. Rekan kerja yang sulit akur, atasan yang pemarah, atau orang lain yang memiliki pendapat tentang pekerjaanmu, emosi dan evaluasi dari orang lain ini pada dasarnya adalah tantangan mereka, yang tidak dapat kamu kendalikan, dan kamu tidak perlu memaksakan diri hingga batas maksimal demi menyenangkan setiap orang. Apa yang benar-benar dapat kamu tanggung adalah melakukan pekerjaan di bagianmu dengan baik, serta berkomunikasi dengan profesionalisme dan ketulusan. Ketika kamu tidak lagi terobsesi dengan "membuat semua orang menyukaiku", kecemasan di tempat kerja akan berkurang secara signifikan, dan kamu juga dapat mencurahkan energi ke tempat yang benar-benar menghasilkan nilai.

Dalam hubungan percintaan, pemisahan tugas adalah fondasi dari hubungan yang sehat. Apakah pihak lain mencintaimu, apakah akan pergi, apakah suasana hatinya sedang baik, pada akhirnya adalah tugas pihak lain; hal yang dapat kamu kuasai adalah mengelola hubungan ini dengan tulus, mengungkapkan kebutuhanmu dengan jelas, dan bertanggung jawab atas emosimu sendiri. Banyak penderitaan dalam hubungan berasal dari satu pihak yang ingin mengendalikan perasaan pihak lain, atau sepenuhnya menyandarkan stabilitas emosinya pada pihak lain. Ketika kamu belajar melakukan pemisahan tugas, kamu akan berhenti menggunakan tebakan dan sikap menyenangkan orang lain untuk mengikat pihak lain, dan tidak lagi hancur total hanya karena ekspresi wajah pihak lain, sehingga hubungan justru dapat berjalan dengan lebih stabil di tengah rasa saling menghormati.

Keberanian untuk tidak disukai: harga dari kebebasan

Membahas sampai di sini, kamu mungkin sudah merasakan kebebasan yang dibawa oleh pemisahan tugas (pemisahan tugas), tetapi buku "Beranilah untuk Tidak Disukai" (The Courage to Be Disliked) juga memberi tahu kita secara jujur bahwa mempraktikkannya membutuhkan harga yang harus dibayar, yaitu "kemungkinan dibenci oleh beberapa orang". Ketika kamu tidak lagi hidup demi menyenangkan orang lain dan mulai membuat pilihan untuk hidupmu sendiri, pasti akan ada orang yang tidak sependapat denganmu, kecewa padamu, atau bahkan merasa benci kepadamu. Dan keberanian yang disebutkan oleh judul buku tersebut merujuk pada kesiapanmu menanggung hasil "dibenci" tersebut, seraya tetap setia pada keberanian dirimu sendiri.

Ini sama sekali tidak menyuruhmu untuk dengan sengaja membuat orang lain membenci atau menjadi orang yang tidak peka, melainkan mengatakan bahwa ketika "menjadi diri sendiri" dan "membuat semua orang puas" tidak bisa dipadukan, bersediakah kamu memilih yang pertama? Bagaimanapun juga, urusan apakah orang lain ingin membencimu atau tidak adalah ranah mereka, dan kamu tidak bisa serta tidak perlu mengendontrolnya. Jika demi tidak dibenci oleh siapapun, kamu hidup menjadi diri sendiri yang selalu memerhatikan ekspresi orang lain dan terus-menerus menekan ketulusan hati, maka itulah saat di mana kamu benar-benar kehilangan kebebasan. Terdapat satu kalimat inti di dalam buku: dibenci adalah bukti bahwa kamu hidup secara bebas dan menggunakan kebebasanmu.

Memiliki keberanian untuk tidak disukai bukan berarti kamu akan menjadi orang yang kuper atau kehilangan semua hubungan, justru sering kali sebaliknya. Saat kamu berhenti menggunakan usaha menyenangkan orang lain untuk membina hubungan, yang tetap tinggal di sisimu adalah orang-orang yang benar-benar menghargai dan menerima kamu apa adanya. Hubungan yang pergi karena kamu "mulai menjadi diri sendiri" sebagian besar memang sejak awal dibangun di atas dasar pengorbanan dan penyesuaian dirimu. Bersedia menanggung risiko untuk tidak disukai memberikanmu kesempatan untuk memiliki hubungan yang tidak perlu berpura-pura dan bisa bernyanyi dengan bebas, kebebasan ini jauh lebih berharga daripada menyenangkan semua orang.

Bagaimana cara mengurangi pengurasan energi mental menggunakan pemisahan urusan

Inner critic, merujuk pada kondisi di mana seseorang tidak melakukan hal-hal besar, tetapi di dalam hati terus-menerus bergulat dan mengonsumsi energi diri sendiri hingga kelelahan yang ekstrem. Pemisahan masalah (task separation) justru menjadi salah satu alat paling ampuh untuk mengurangi inner critic. Hal ini dikarenakan sebagian besar inner critic kita justru berasal dari kebiasaan menarik masalah orang lain ke pundak kita sendiri: ketika orang lain tidak membalas pesan, kita mengkhayalkan satu drama penuh; ketika orang lain menunjukkan satu ekspresi, kita berulang-ulang mengevaluasi apakah ada kesalahan yang kita perbuat; ketika orang lain dihadapkan pada pilihan hidup, kita mencemaskannya hingga tidak bisa tidur. Hal-hal ini sebenarnya bukanlah urusan yang dapat kamu kendalikan.

Jika ingin menggunakan pemisahan masalah (*differentiation*) untuk mengurangi pengurasan energi sendiri, kamu bisa berlatih dengan cara ini. Setiap kali mendapati dirimu kembali terjebak dalam keraguan, berhentilah sejenak, dan ajukan kalimat kunci tersebut: "Hasil dari hal ini, pada akhirnya siapa yang menanggungnya?" Jika jawabannya adalah orang lain, maka ingatkanlah dirimu dengan lembut: "Ini adalah masalah miliknya, aku boleh peduli, tapi tidak perlu menanggungnya untuk dia." Selanjutnya, tarik kembali perhatian secara sengaja ke "hal milikku yang bisa aku kerjakan saat ini". Tindakan kecil yang beralih dari "mencemaskan orang lain" menjadi "fokus pada diri sendiri" ini, jika diulang dan dilatih terus-menerus, perlahan-lahan akan menghemat banyak tenaga batin yang sebelumnya terbuang sia-sia.

  • Setiap hari, temukan satu hal yang paling membuatmu overthinking, tanyakan pada diri sendiri dengan jujur "ini masalah siapa", dan lepaskan bagian yang milik orang lain secara sadar.
  • Latihan membedakan "perhatian" dan "kendali": kamu boleh mengungkapkan kepedulian, namun lepaskan agar pihak lain bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, tidak perlu memutuskan untuknya, cemas untuknya.
  • Saat kamu ingin menyenangkan atau menebak-nebak orang lain lagi, ingatkan dirimu "apa yang dipikirkan orang lain adalah urusan orang lain", tarik kembali tenaga ke dalam ucapan dan tindakan yang bisa kamu kuasai sendiri.
  • Izinkan dirimu tidak disukai oleh beberapa orang, ubah target yang mustahil "tidak dibenci oleh siapa pun" menjadi "setia pada diri sendiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri".
  • Sebelum setiap hari berakhir, tinjau apakah hari ini kamu telah menguras energi untuk tantangan yang bukan milikmu, perlahan kembangkan kesadaran untuk "membedakan batasan".

Mengembalikan Tenaga ke Dalam Diri Sendiri

Pemisahan tugas (diferensiasi peran) bukan berarti menyuruhmu menjadi egois dan acuh tak acuh, melainkan memberimu kesempatan untuk akhirnya menarik kembali energi terbatas dari hal-hal yang tidak bisa dikendalikan dan bukan tanggung jawabmu, lalu mengembalikannya ke dalam tugas hidup yang benar-benar milikmu dan benar-benar bisa kamu ubah. Hal ini butuh latihan, di awal mungkin kamu akan merasa tidak terbiasa, bahkan merasa bersalah, tetapi selama kamu bersedia bertanya pada diri sendiri dari waktu ke waktu "Ini tugas siapa?", garis batas yang tadinya kabur dan kusut itu perlahan-lahan akan menjadi jelas.

Jika kamu mendapati dirimu terjebak dalam lingkaran overthinking yang berulang-ulang dan merasa cemas karena reaksi orang lain untuk waktu yang lama, ada baiknya meluangkan waktu beberapa menit untuk mengerjakan "tes neurosis" di mbt1.org, guna melihat di mana letak hambatan utama overthinking-mu serta kebiasaan berpikir macam apa yang diam-diam menguras energinya darimu. Jika kamu sering merasa sulit menolak orang lain, selalu mendahulukan kebutuhan orang lain di depan kebutuhan sendiri, dan takut mengecewakan siapa pun, maka "tes kepribadian people pleasing" juga sangat layak dicoba, yang mana dapat membantumu melihat dengan jernih pola di balik sifat menyenangkanmu itu, dan pemisahan batasan diri justru merupakan latihan kunci bagi para pe-people pleasing untuk perlahan-lahan menemukan kembali diri mereka dan tidak lagi tersandera oleh emosi orang lain. Ingatlah bahwa tantangan hidupmu pada akhirnya hanya dapat diselesaikan oleh dirimu sendiri, dan justru inilah kebebasan terbesar yang kamu miliki.

Pertanyaan Umum FAQ

Apakah pemisahan masalah akan membuat seseorang menjadi sangat egois dan dingin?

Ini adalah kesalahpahaman yang paling umum tentang pemisahan tugas. Esensi dari pemisahan tugas bukanlah sikap acuh tak acuh atau pemutusan hubungan, melainkan sebuah bentuk penghormatan dan kepercayaan, dengan meyakini bahwa pihak lain memiliki kemampuan untuk menangani kehidupannya sendiri. Seseorang yang memahami pemisahan tugas tetap akan sangat mencintai keluarganya dan peduli pada temannya, hanya saja ia tidak lagi mencintai dengan cara mengendalikan, memeras, atau mengorbankan diri sendiri. Ia peduli tetapi tidak melewati batas, membantu tetapi tidak memaksakan, peduli tetapi tidak memikul semua emosi orang lain ke pundaknya sendiri. Memilah batasan dengan jelas justru dapat membuat hubungan menjadi lebih sehat, karena kedua belah pihak tetap memiliki ruang sendiri dan sama-sama bertanggung jawab atas kehidupan masing-masing, sehingga cinta tidak akan menjadi beban bagi satu sama lain.

Bagaimana cara menilai sebenarnya masalah siapakah suatu hal itu?

The Courage to Be Disliked menyediakan sebuah pertanyaan yang sangat praktis: "hasil yang dibawa oleh pilihan ini, pada akhirnya ditanggung oleh siapa?" Orang yang menanggung hasilnya adalah pemilik dari hal tersebut. Sebagai contoh, kamu menyatakan perasaan kepada orang yang kamu sukai, apakah pihak lain menerima atau tidak adalah tantangan pihak lain, dan apakah kamu bersedia mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan isi hatimu adalah tantangannya; kamu membuat proposal dengan serius, apakah atasan mengadopsinya atau tidak adalah tantangan atasan, dan apakah kamu telah melakukan yang terbaik adalah tantangannya. Dengan lebih banyak berlatih, kamu akan menyadari bahwa banyak hal yang membuatmu sulit tidur, seperti bagaimana orang lain memandangmu atau apakah mereka harus marah kepadamu, sebenarnya sama sekali tidak berada dalam ruang lingkup tanggung jawabmu.

Apa hubungan antara pemisahan masalah dan buku "Berani untuk Tidak Disukai"?

Pemisahan tugas adalah salah satu konsep inti dalam psikologi Adler, sedangkan buku "The Courage to Be Disliked" yang ditulis bersama oleh Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga memperkenalkan pemikiran Adler dalam bentuk dialog. Buku ini merupakan buku laris yang membuat konsep pemisahan tugas dilihat dan didiskusikan secara luas di duniaThe World. Buku tersebut menyatakan bahwa "semua masalah berasal dari hubungan interpersonal", dan pemisah tugas adalah solusi yang diberikan oleh Adler: membagi urusan hidup menjadi "tugas saya" dan "tugas orang lain", fokus menangani milik sendiri, dan tidak ikut campur urusan orang lain. Yang disebut sebagai "keberanian untuk dibenci" mengacu pada keberanian ketika kamu mulai hidup untuk diri sendiri dan bersedia menanggung hasil "dibenci oleh beberapa orang".

Dalam hubungan orang tua dan anak menggunakan pemisahan masalah, apakah itu berarti tidak mempedulikan anak sama sekali?

Bukan. Pemisahan tantangan bukan berarti orang tua membiarkan anak begitu saja, melainkan membedakan hal mana yang akhirnya harus ditanggung oleh anak. Hal-hal yang hasilnya harus ditanggung oleh anak seperti belajar, berteman, dan memilih jurusan adalah tantangan anak, yang tidak bisa benar-benar diselesaikan oleh orang tua sebagai pengganti, dan tidak seharusnya dipaksakan dengan kecemasan. Namun, orang tua tetap memiliki tantangannya sendiri: memberikan cinta dan dukungan yang stabil, menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang baik, dan mengulurkan tangan saat anak meminta bantuan. Jadi, setelah pemisahan tantangan, orang tua tetap sangat mencintai dan peduli pada anak, hanya saja hak dominan untuk "mau menerima atau tidak, bagaimana akhirnya memutuskan" dikembalikan kepada anak. Dengan cara ini, tarik-menarik dalam hubungan orang tua dan anak sering kali akan mereda dengan jelas.

Mengapa pemisahan masalah dapat mengurangi pengurasan energi mental?

Karena sebagian besar pengurasan energi sendiri berasal dari mengambil tantangan orang lain ke diri kita sendiri: orang lain tidak membalas pesan, lalu kita membayangkan seluruh alur cerita; satu ekspresi dari orang lain membuat kita terus-menerus mengintrospeksi diri; merasa cemas hingga tidak bisa tidur demi pilihan hidup orang lain, padahal semua ini sebenarnya bukanlah hal yang bisa kamu kendalikan. Pemisahan tantangan memberimu sebuah standar penilaian. Setiap kali kamu mulai overthinking, tanyakan pada diri sendiri, "Hasil dari hal ini pada akhirnya ditanggung oleh siapa?" Jika jawabannya adalah orang lain, ingatkan dirimu, "Ini adalah tantangannya," dan tarik kembali perhatianmu pada hal-hal yang bisa kamu lakukan. Latihan beralih dari "khawatir tentang orang lain" ke "fokus pada diri sendiri" ini, jika dilakukan dalam jangka panjang, akan menyelamatkan banyak energi yang tadinya terbuang sia-sia.

Penulis: Tim MBT1

Kami adalah tim yang terdiri dari pengajar bersertifikasi MBTI dan para partner yang mencintai psikologi kepribadian. Kami percaya bahwa mengenal diri sendiri seharusnya bukan ilmu yang rumit — jadi kami mengubah teori 16 tipe kepribadian yang ketat menjadi konten yang mudah dibaca dan digunakan oleh siapa saja.

Setiap artikel menggabungkan pengamatan dari lokasi pengajaran, konseling aktual, dan kasus kehidupan, mulai dari sifat kepribadian, percintaan, karier hingga hubungan interpersonal, ditulis sedetail dan sedekat mungkin dengan kenyataan. Tujuan kami sangat sederhana: setelah kamu selesai membacanya, kamu benar-benar lebih memahami diri sendiri, dan juga lebih tahu cara bergaul dengan orang-orang di sekitarmu.

  • Konten ditinjau oleh instruktur bersertifikasi MBTI, berupaya untuk profesional dan akurat
  • Seluruh artikel asli dalam Bahasa Mandarin Tradisional, tidak menerjemahkan, tidak menjiplak situs web luar negeri
  • Secara berkala meninjau dan memperbarui koreksi berdasarkan sudut pandang terbaru
  • Bertujuan untuk eksplorasi diri dan pertumbuhan, tidak memberi label, tidak membesar-besarkan

※ Seluruh konten hanya untuk referensi eksplorasi diri dan pertumbuhan, bukan diagnosis medis atau psikologis.

Lebih banyak artikel Pengembangan Diri

Tautan berhasil disalin!
>>>