<<< Apa itu tes karunia rohani? Daftar karunia dalam Alkitab dan bedanya dengan tes kepribadian|MBT1 - Tes Kepribadian MBTI & Zodiak
Pertumbuhan Diri

Apa itu tes karunia rohani? Daftar karunia dalam Alkitab dan bedanya dengan tes kepribadian

Apa itu tes karunia rohani? Daftar karunia dalam Alkitab dan bedanya dengan tes kepribadian
Ringkasan

Orang-orang yang sudah lama berada di gereja mungkin pernah mengerjakan tes karunia—sebuah kuesioner yang setelah selesai dikerjakan akan memberitahumu bahwa kamu mungkin memiliki karunia pengajaran, pelayanan, belas kasihan, atau administrasi, dan kemudian kamu didorong untuk melayani ke arah tersebut. Ini terlihat sangat mirip dengan MBTI, tetapi kedua hal ini sebenarnya adalah konsep yang berbeda. Memahami perbedaannya bukan sekadar masalah istilah, melainkan akan memengaruhi bagaimana caramu memahami posisimu di dalam gereja.

Asal usul ayat karunia rohani: Empat daftar utama

Bagian yang mencantumkan karunia di dalam Perjanjian Baru terutama ada empat tempat, dan keempat daftar tersebut tidak sepenuhnya sama. Roma bab 12 ayat 6 sampai 8 menyebutkan nubuat, pelayanan, pengajaran, nasihat, pemberian, pemerintahan, dan kemurahan; 1 Korintus bab 12 ayat 8 sampai 10 mencantumkan perkataan hikmat, perkataan pengetahuan, iman, penyembuhan, mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berkata-kata dalam bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh.

Bab yang sama ayat ke-28 kembali mendaftar lagi: rasul, nabi, pengajar, pekerja mukjizat, penyembuh, penolong, pemimpin, dan berkata-kata dalam bahasa roh. Surat Efesus pasal 4 ayat 11 memuat sudut pandang lain, mencantumkan rasul, nabi, pemberita Injil, pendeta dan pengajar, yang biasanya dipahami sebagai jabatan alih-alih karunia umum. Surat 1 Petrus pasal 4 ayat 10 sampai 11 membagi karunia secara garis besar ke dalam dua kategori, yaitu yang berbicara dan yang melayani.

Fakta bahwa keempat daftar tersebut tidak konsisten patut untuk diperhatikan. Pandangan sebagian besar ahli tafsir adalah: daftar-daftar ini bukanlah hitungan yang tuntas, melainkan contoh untuk menjelaskan, intinya terletak pada keragaman karunia dan saling melengkapi, alih-alih hendak membangun tabel klasifikasi standar.

Bagaimana Tes Karunia Bekerja

Sebagian besar tes karunia rohani di pasaran adalah menyusun butir-butir ayat Alkitab di atas menjadi kuesioner. Bentuk pertanyaannya mirip dengan "aku sangat mudah memperhatikan kebutuhan orang lain", "aku merasa nyaman saat menjelaskan Alkitab", lalu setelah dijawab akan menghitung tinggi rendahnya skormu pada setiap karunia.

Metode klasifikasi yang umum secara garis besar ada beberapa jenis: ada yang memasukkan seluruh dua puluh lebih karunia ke dalamnya; ada yang hanya mengadopsi tujuh karunia dari Kitab Roma; ada pula yang mengambil klasifikasi fungsional yang lebih longgar, misalnya membagi karunia ke dalam kelompok tipe kepemimpinan, tipe pelayanan, tipe pengajaran, dan lain-lain. Versi yang digunakan oleh gereja yang berbeda mungkin sangat jauh berbeda.

Hasil tes biasanya akan menyarankan beberapa arah pelayanan. Dalam praktiknya, sebagian besar gereja melakukan hal ini: Menjadikan hasil tes sebagai titik awal, kemudian membiarkan seseorang mencobanya secara nyata, karena karunia diteguhkan di dalam pelayanan, bukan ditentukan oleh kuesioner.

Perbedaan mendasar antara tes karunia rohani dan tes kepribadian

Perbedaan pertama adalah konsep sumbernya. Tes kepribadian mendeskripsikan preferensi psikologismu, yang dipahami sebagai sifat pribadi; sementara karunia dalam teologi dipahami sebagai kemampuan yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk melayani gereja. Yang pertama adalah tentang siapa dirimu, sedangkan yang kedua adalah tentang apa yang telah diberikan kepadamu.

Perbedaan kedua adalah tujuannya. MBTI membantumu memahami cara interaksimu dengan diri sendiri dan orang lain dengan kegunaan yang luas; sedangkan tes karunia rohani penggunaannya mengarah pada pelayanan—tes ini menanyakan fungsi apa yang cocok kamu emban di dalam tubuh gereja. Surat 1 Korintus bab 12 membahas hal ini menggunakan perumpamaan tubuh dan anggota tubuh, yang menekankan pada kerja sama alih-alih sifat pribadi.

Perbedaan ketiga adalah cara verifikasi. Hasil tes kepribadian diverifikasi terutama oleh rasa pengakuanmu sendiri; sedangkan karunia rohani biasanya membutuhkan penegasan dari kelompok—kamu mungkin mengira dirimu memiliki karunia mengajar, tetapi setelah benar-benar mengajar beberapa kali, umpan balik dari jemaat dan rekan kerja adalah kriteria penilaian yang jauh lebih penting.

Oleh karena itu, keduanya bisa digunakan bersamaan tetapi tidak boleh dicampuradukkan. Seorang introvert mungkin memiliki anugerah pengajaran, sementara seorang ekstrovert juga bisa jadi memiliki anugerah utama berupa belas kasihan. Kepribadian membahas tentang bagaimana caramu berfungsi, sementara anugerah membahas tentang apa yang cocok untuk kamu emban.

Perbedaan Pendirian dari Berbagai Aliran

Perbedaan paling utama terletak pada teori penghentian karunia rohani. Aliran yang berpegang pada pandangan ini (sebagian kelompok Reformasi dan Injili) meyakini bahwa karunia yang bersifat mukjizat seperti berkata-kata dalam bahasa roh, menyembuhkan penyakit, dan melakukan mujizat, fungsi utamanya adalah untuk meneguhkan Injil pada zaman para rasul, dan telah berakhir seiring dengan rampungnya kanon Perjanjian Baru; oleh karena itu, tes karunia rohani yang mereka miliki sebagian besar hanya mencakup karunia yang masih beroperasi seperti mengajar, melayani, menunjukkan belas kasihan, dan memimpin.

Mazhab Karismatik dan Pentakosta memiliki pendirian yang berlawanan, mereka meyakini bahwa semua karunia rohani terus bekerja, dan bahasa roh serta penyembuhan adalah praktik yang umum dalam ibadah. Daftar karunia yang mereka gunakan secara alami mencakup ruang lingkup yang lebih luas.

Ada juga perbedaan praktis dalam sikap terhadap tes itu sendiri. Beberapa gereja menjadikan tes karunia sebagai bagian tetap dari pelatihan anggota baru, sementara gereja lainnya dengan sengaja tidak menggunakannya dengan alasan bahwa identifikasi karunia harus melalui pelayanan jangka panjang dan pengamatan para pemimpin rohani, alih-alih lewat selembar kuesioner.

Jadi jika kamu menemui pernyataan yang berbeda di antara gereja-gereja yang berbeda, maka itu sebagian besar bukanlah karena ada yang salah paham, melainkan perbedaan posisi teologis denominasi.

Bagaimana Cara Menggunakannya Secara Sehat dalam Praktik

Peringatan pertama adalah: jangan menjadikan hasil tes sebagai batasan. Banyak orang berhenti mencoba hal lain setelah dites memiliki karunia mengajar, atau menolak mencoba ketika tidak memiliki karunia tertentu. Dalam praktiknya, kebutuhan gereja sering kali melampaui daftar karunia rohani, dan kesediaan untuk mengisi posisi kosong itu sendiri adalah sebuah bentuk kedewasaan.

Peringatan kedua adalah: bedakan antara karunia dan kesediaan. Beberapa orang menyukai pelayanan tertentu tetapi merasa melelahkan saat melakukannya, sementara yang lain melakukannya dengan lancar tetapi minatnya tidak begitu tinggi. Karunia lebih mirip dengan tipe yang kedua—dilakukan dengan mudah dan membuahkan hasil. Tentu saja akan paling baik jika keduanya bisa tumpang tindih, tetapi ketika tidak tumpang tindih, umpan balik dari kelompok biasanya lebih dapat diandalkan daripada perasaan sendiri.

Pengingat ketiga adalah: karunia dan karakter adalah dua hal yang berbeda. Surat Korintus Pertama, setelah membahas tentang karunia, langsung melanjutkan ke pasal 13 untuk membahas tentang kasih. Susunan ini sendiri adalah sebuah pengingat: sebanyak apapun karunianya, tanpa kasih maka tidak ada artinya. Hal ini sangat penting dalam praktik gereja, karena orang yang memiliki karunia menonjol belum tentu dewasa.

Hal terakhir yang harus dijelaskan adalah, artikel ini merangkum pemahaman umum tentang karunia di dalam Perjanjian Baru serta posisi umum dari berbagai mazhab, dan tidak mewakili pengajaran resmi dari gereja mana pun. Untuk pengaturan pelayanan dan identifikasi karunia yang sebenarnya, silakan diskusikan dengan pendeta atau sesepuh rohani di gereja tempatmu bernaung.

Pertanyaan Umum FAQ

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

undefined

Penulis: Tim MBT1

Kami adalah tim yang terdiri dari pengajar bersertifikasi MBTI dan para partner yang mencintai psikologi kepribadian. Kami percaya bahwa mengenal diri sendiri seharusnya bukan ilmu yang rumit — jadi kami mengubah teori 16 tipe kepribadian yang ketat menjadi konten yang mudah dibaca dan digunakan oleh siapa saja.

Setiap artikel menggabungkan pengamatan dari lokasi pengajaran, konseling aktual, dan kasus kehidupan, mulai dari sifat kepribadian, percintaan, karier hingga hubungan interpersonal, ditulis sedetail dan sedekat mungkin dengan kenyataan. Tujuan kami sangat sederhana: setelah kamu selesai membacanya, kamu benar-benar lebih memahami diri sendiri, dan juga lebih tahu cara bergaul dengan orang-orang di sekitarmu.

  • Konten ditinjau oleh instruktur bersertifikasi MBTI, berupaya untuk profesional dan akurat
  • Seluruh artikel asli dalam Bahasa Mandarin Tradisional, tidak menerjemahkan, tidak menjiplak situs web luar negeri
  • Secara berkala meninjau dan memperbarui koreksi berdasarkan sudut pandang terbaru
  • Bertujuan untuk eksplorasi diri dan pertumbuhan, tidak memberi label, tidak membesar-besarkan

※ Seluruh konten hanya untuk referensi eksplorasi diri dan pertumbuhan, bukan diagnosis medis atau psikologis.

Lebih banyak artikel Pengembangan Diri

Tautan berhasil disalin!
>>>