Apa beda MBTI dan Enneagram? Perbedaan dua sistem kepribadian besar dan cara memadukannya
Setelah selesai mengerjakan MBTI lalu mendengar teman membahas Enneagram, kamu mungkin akan bingung: apa sebenarnya perbedaan keduanya? Apakah harus memilih salah satu saja? Sebenarnya keduanya bukanlah hubungan yang bersaing, melainkan memotong untuk melihat manusia dari sudut pandang yang berbeda. MBTI lebih peduli pada "bagaimana kamu menerima dan memproses informasi, bagaimana kamu membuat keputusan", sedangkan Enneagram melangkah ke lapisan yang lebih dalam, untuk bertanya "perilaku di balik didorong oleh motif dan ketakutan apa". Artikel ini akan membahas tuntas sumber dari kedua sistem tersebut, apa yang dilihat, kelebihan dan kekurangannya, serta memberitahumu apakah keduanya bisa digunakan bersamaan dan harus mulai dari mana.
Apa yang Dilihat oleh Masing-Masing dari Kedua Sistem Ini
Pertama, mari kita bahas MBTI. Hal yang menjadi fokusnya adalah preferensi kognitif Anda: apakah perhatian diarahkan ke luar atau ke dalam, menerima informasi mengandalkan fakta konkret atau intuisi menyeluruh, membuat keputusan condong pada logika atau perasaan, dan gaya hidup condong pada perencanaan atau spontanitas. Dengan kata lain, yang ingin dideskripsikan oleh MBTI adalah "cara kerja" Anda—bagaimana otak Anda terbiasa menyerap The World, dan bagaimana pula ia membuat keputusan. Hal ini seperti mendeskripsikan sistem operasi dari mesin yang bernama diri Anda.
Enneagram memandang dari sudut pandang yang berbeda, ia mempertanyakan lapisan motivasi. Enneagram membagi manusia menjadi sembilan tipe, dan di balik masing-masing tipe tersebut terdapat seperangkat keinginan inti serta ketakutan inti. Sebagai contoh, Tipe 1 didorong oleh keinginan "ingin benar, tidak ingin berbuat salah"; Tipe 2 didorong oleh "ingin dibutuhkan, takut tidak dicintai"; Tipe 3 didorong oleh "ingin sukses, takut tidak bernilai". Enneagram tidak terlalu mempermasalahkan seperti apa bentuk perilaku luarmu, melainkan terus mengejar pertanyaan "mengapa kamu melakukan hal ini".
Sebuah perumpamaan akan membuatnya semakin jelas: dua orang bekerja sangat keras, MBTI mereka mungkin sama-sama diukur sebagai J dan sama-sama memiliki tingkat perencanaan yang tinggi, tetapi Enneagram akan membedakannya, yang satu karena takut berbuat salah (Tipe 1), sementara yang lainnya karena takut dirinya kurang sukses sehingga tidak memiliki nilai (Tipe 3). Perilaku luar yang sama, mesin di bawahnya sama sekali berbeda. Inilah alasannya mengapa beberapa orang mengatakan MBTI melihat "bagaimana cara melakukan sesuatu", sedangkan Enneagram melihat "mengapa melakukannya".
Sumber teori yang sangat berbeda
Akar MBTI berada pada Jung. Jung mengemukakan tentang ekstroversi-introversi dan beberapa fungsi psikologis dalam buku 《Tipe Psikologis》, yang kemudian oleh pasangan ibu dan anak asal Amerika, Briggs dan Myers, disusun menjadi sebuah kuesioner yang dapat diisi pada pertengahan abad kedua puluh. Silsilahnya adalah psikologi analitis abad kedua puluh, dengan jalur mengombinasikan fungsi psikologis menjadi tipe-tipe.
Asal-usul Enneagram jauh lebih rumit dan bahkan lebih sulit diverifikasi. Sistem ini memadukan tradisi spiritual dan filosofis kuno, yang kemudian dirangkum dan dikembangkan pada abad ke-20 oleh Gurdjieff, Ichazo dari Bolivia, dan Naranjo dari Chili menjadi sistem Enneagram modern, yang kemudian banyak diterapkan dalam pertumbuhan diri dan pelatihan perusahaan. Dibandingkan dengan MBTI yang memiliki sumber teori tunggal yang relatif jelas, Enneagram lebih mirip produk konvergensi dari berbagai tradisi.
Sumber yang berbeda juga memengaruhi watak keduanya. MBTI cenderung pada deskripsi klasifikasi kognitif dan perilaku, membacanya lebih mirip seperti membahas gaya berpikiranmu; Enneagram membawa warna eksplorasi pertumbuhan internal dan motivasi yang lebih kuat, membacanya lebih seperti menggali bayangan psikologis dan tantanganmu. Inilah juga mengapa banyak orang merasa Enneagram "dibahas lebih mendalam dan lebih menusuk".
Satu lagi perbedaan yang layak diketahui. MBTI memiliki derajat pelembagaan yang relatif tinggi di lingkungan perusahaan dan pendidikan, dengan versi kuesioner formal dan proses pengujian; sementara enneagram telah lama aktif di bidang pertumbuhan diri, spiritual, dan kepelatihan, di mana di bawah sistem yang sama diturunkan menjadi beberapa aliran pengajaran berbeda yang pandangan detailnya terhadap sesuatu belum tentu sepenuhnya konsisten. Oleh karena itu, cara penyampaian enneagram yang kamu lihat dari guru yang berbeda atau buku yang berbeda mungkin sedikit berbeda, ini adalah hasil alami dari karakteristik multi-alirannya, jadi tidak perlu merasa bahwa salah satu di antaranya adalah satu-satunya jawaban yang benar.
Di Mana Letak Perbedaan Hasil Tes Tersebut?
MBTI memberimu tipe empat huruf, seperti INTJ atau ENFP, yang mendeskripsikan preferensi kognitif dan perilakumu. MBTI menekankan arah preferensi, membuatmu lebih mudah memiliki seperangkat bahasa untuk kebiasaanmu sendiri. Kamu akan tahu, "Pantas saja saya cenderung menggunakan intuisi dalam menerima informasi, tidak heran jika rekan kerjaku memberikan banyak detail, saya tidak dapat menangkap poin utamanya."
Enneagram memberimu tipe angka, seperti tipe empat atau tipe delapan, ditambah dengan tipe sayap (pengaruh dari tipe yang berdekatan) serta arah perubahan saat sehat dan tidak sehat. Teori ini lebih menekankan pada deskripsi mengenai bentuk regresi dirimu di bawah tekanan serta arah perpindahan saat berkembang. Oleh karena itu, deskripsi Enneagram sering kali membawa rasa dinamika perkembangan, seperti menceritakan rute pertumbuhan, alih-alih sekadar sebuah foto instan.
Serta ada satu perbedaan nyata: karena sebagian besar pertanyaan MBTI menanyakan preferensi, setelah membaca deskripsinya biasanya orang akan merasa "ini sedang membahas gaya hidupku"; karena enneagram langsung menunjuk pada motivasi dan ketakutan, setelah membaca orang sering kali akan merasakan ketidaknyamanan seperti seakan dikuliti, bahkan agak defensif. Reaksi semacam ini sebenarnya sangat normal, karena mengakui ketakutan inti diri sendiri pada dasarnya jauh lebih sulit daripada mengakui bahwa diri sendiri adalah seorang introvert.
Dan karena sudut pandang yang berbeda, pertanyaan yang bisa dijawab oleh keduanya pun berbeda. Ketika kamu ingin tahu "gaya kerja seperti apa yang cocok untukku, bagaimana cara membagi tugas dengan rekan kerja agar lebih lancar", petunjuk yang diberikan oleh MBTI biasanya lebih langsung; ketika kamu ingin memahami "mengapa aku selalu mengulang kecemasan yang sama setiap kali masuk ke dalam hubungan intim, atau langsung hancur setiap kali ditolak", Enneagram sering kali dapat menggali ke bagian yang paling mendasar. Pikirkan baik-baik apakah yang ingin kamu pecahkan sekarang adalah masalah gaya atau masalah motivasi, lalu putuskan teori mana yang akan digunakan untuk melihatnya, itu akan jauh lebih berguna daripada mempercayai satu set teori secara membabi buta.
Kelebihan dan kelemahan masing-masing
Keunggulan MBTI adalah mudah dipelajari dan dikomunikasikan. Konsep keempat dimensinya sangat intuitif, deskripsi tipenya dekat dengan kehidupan sehari-hari, sangat cocok dijadikan bahasa umum tim, dan juga praktis digunakan untuk memahami gaya bekerja serta bergaul dengan sesama. Kelemahannya adalah menggunakan metode dikotomi untuk memotong preferensi kontinu secara kaku menjadi dua sisi, di mana orang yang jatuh di tengah cenderung sulit diuji secara stabil; selain itu sifatnya statis, dan jarang membahas bagaimana kamu menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Keunggulan Enneagram adalah kedalamannya. Sistem ini secara langsung menangani motivasi dan ketakutan, sangat berguna bagi orang yang ingin melakukan pertumbuhan diri dan ingin memahami mengapa diri mereka terus-menerus mengulangi pola tertentu; sistem ini juga secara bawaan memiliki tingkatan sehat dan tidak sehat, memberikan jalur untuk naik ke atas. Kekurangannya adalah ambang batas yang lebih tinggi, mengandalkan satu kuesioner saja sering kali tidak akurat, banyak orang harus membaca deskripsi dalam jumlah besar, bahkan mencocokkannya dengan umpan balik orang lain untuk menemukan tipe intinya; sumber teoretisnya juga lebih sulit diuji menggunakan bukti empiris.
Mari rasakan perubahan skenario kehidupan ini: pada orang yang sama yaitu "sering mengiyakan orang lain dan tidak enak hati untuk menolak", MBTI mungkin hanya memberitahumu bahwa ia cenderung F dan menghargai keharmonisan; sementara Enneagram mungkin menggali bahwa ia adalah tipe 2, dengan akar terdalam yaitu "takut tidak dibutuhkan sehingga tidak memiliki nilai". Jenis informasi pertama membantumu mendeskripsikan perilaku, sementara jenis informasi yang kedua membantumu memahami akar permasalahannya. Kedua jenis informasi ini memiliki kegunaannya masing-masing, tergantung pada apa yang ingin kamu selesaikan saat itu.
Bisakah Digunakan Bersamaan? Bagaimana Mengombinasikannya
Bisa, dan banyak orang merasa kombinasi keduanya terasa lebih utuh. Karena aspek yang dilihat keduanya berbeda, satu membahas gaya kognitif, satu lagi membahas akar motivasi, jika digabungkan bagaikan memiliki gambar eksterior dan gambar mesin secara bersamaan. Anda bisa menggunakan MBTI terlebih dahulu untuk mengenali kebiasaan berpikir dan perilaku Anda, lalu menggunakan Enneagram untuk mendalami apa yang mendorong diri Anda dari dalam.
Namun, berhati-hatilah saat mencocokkannya, jangan memaksa menyamakan kedua sistem tersebut. Di internet kita sering melihat padanan seperti "INTJ sama dengan tipe lima", ini adalah bentuk penyederhanaan yang berlebihan. Pernyataan yang lebih masuk akal adalah kecenderungan dan kemungkinan: misalnya INTJ, tipe yang mementingkan pemikiran mandiri dan suka mempersiapkan pengetahuan dengan matang terlebih dahulu, mungkin sebagian orang di antaranya bersesuaian dengan tipe lima yang mengejar pemahaman dan kompetensi, tetapi INTJ yang sama bisa juga merupakan tipe tiga yang mementingkan pencapaian, atau tipe satu yang memiliki standar benar-salahnya sendiri. Urusan motivasi tidak bisa disimpulkan hanya dengan melihat preferensi kognitif.
Oleh karena itu, cara penggabungan yang sehat adalah: jadikan MBTI dan Enneagram sebagai dua senter berbeda yang masing-masing menyinari sebagian dari diri Anda, alih-alih menuntut jawaban dari kedua belah pihak harus selalu cocok. Ketika Anda mendapati diri Anda merupakan seorang INFP sekaligus Tipe 4, itu adalah kondisi di mana dua sudut pandang secara kebetulan mengarah pada satu sisi di mana Anda menghargai kebenaran internal, keselarasan seperti ini dapat dijadikan referensi, tetapi tidak perlu dianggap sebagai aturan mutlak. Anda juga dapat menambahkan alat ukur gaya perilaku seperti DISC untuk membuat pemahaman diri menjadi lebih beragam.
Mana yang harus dipilih untuk pemula?
Jika kamu baru pertama kali mengenal alat penjelajah kepribadian dan ingin memiliki kerangka yang mudah dipahami untuk mengenali diri sendiri serta orang di sekitar, disarankan untuk mulai dari MBTI. Konsepnya intuitif, deskripsinya dekat dengan kehidupan, dan ada banyak diskusi komunitas yang bisa dijadikan acuan, sehingga tingkat frustrasi pemulanya relatif rendah. Kamu bisa mencoba tes MBTI terlebih dahulu, dan menjadikan keempat huruf tersebut sebagai titik awal untuk memahami diri sendiri.
Jika kamu sudah memiliki pemahaman tertentu terhadap gaya perilakumu, dan yang benar-benar ingin diselesaikan adalah "mengapa aku selalu terjatuh ke dalam emosi atau pola hubungan yang sama", maka Enneagram akan memberikan titik potong yang lebih dalam. Hal tersebut memaksamu melihat motivasi dan ketakutan, meskipun prosesnya agak kurang nyaman, tetapi imbalannya jauh lebih besar bagi yang ingin melakukan pertumbuhan mendalam. Kamu juga bisa menyentuh keduanya sekaligus, jadikan MBTI sebagai fondasi, lalu gali lebih dalam menggunakan Enneagram.
Ada juga satu saran praktis: bagi yang menggunakan kedua sistem ini, jangan terburu-buru menetapkan kesimpulan final bagi diri sendiri di tahap awal. Sistem mana pun yang digunakan, hasil tes di awal hanyalah sebuah hipotesis yang layak kamu uji dalam kehidupan selama kurun waktu tertentu—apakah deskripsi tipe kepribadian ini benar-benar menjelaskan sebagian besar reaksimu? Mana yang benar dan mana yang kurang tepat? Menggunakannya dengan keterbukaan semacam ini akan jauh lebih bermanfaat daripada langsung menempelkan label di dahi begitu tes selesai.
Terakhir, sebuah pengingat bijak: terlepas dari apakah itu MBTI atau Enneagram, hasil tes yang keluar hanyalah referensi untuk membantumu mengenal diri sendiri, bukan sebuah surat keputusan hukum. Manusia jauh lebih kompleks daripada sistem apa pun, jadi jangan biarkan satu huruf atau satu angka membatasi caramu memandang diri sendiri. Jadikan semua itu sebagai dua cermin dengan sudut pandang yang berbeda, dan dengan melihatnya secara bersilangan, kamu akan jauh lebih dekat dengan diri yang sesungguhnya daripada orang yang hanya percaya pada satu sistem saja.
Pertanyaan Umum FAQ
Apa perbedaan terbesar antara MBTI dan Enneagram?
Perbedaan paling inti adalah tingkat penetrasi. MBTI melihat bagaimana caramu menerima informasi dan bagaimana caramu membuat keputusan, yaitu preferensi kognitif dan perilaku; Enneagram melihat motivasi inti dan ketakutan di balik perilakumu, mempertanyakan mengapa kamu bertindak seperti itu. Orang yang bekerja keras yang sama, MBTI mungkin mengukur semuanya sebagai J yang terencana, tetapi Enneagram dapat membedakan satu takut membuat kesalahan dan satu takut tidak mencapai prestasi, mesin dasarnya sepenuhnya berbeda.
INTJ cocok dengan nomor berapa di Enneagram?
Tidak ada perbandingan standar, hanya dapat dilihat dari kemungkinan kecenderungan. INTJ, tipe yang mementingkan pemikiran mandiri dan suka menyiapkan pengetahuan terlebih dahulu, mungkin memiliki sebagian orang yang mendekati tipe 5 yang mengejar pemahaman, tetapi INTJ yang sama juga bisa jadi merupakan tipe 3 yang mengejar pencapaian atau tipe 1 yang mengejar benar-salah. Karena motivasi tidak dapat disimpulkan hanya dari preferensi kognitif, menyamakan secara paksa tipe MBTI tertentu dengan tipe Enneagram tertentu adalah penyederhanaan yang berlebihan, jadikan sebagai referensi saja.
Bisakah MBTI dan Enneagram digunakan bersamaan?
Bisa, dan jika dipadukan akan terlihat lebih tiga dimensi. Karena keduanya melihat aspek yang berbeda, yang satu membahas gaya kognitif dan yang lainnya membahas akar motivasi, jika digabungkan akan seperti memiliki gambar eksterior dan gambar mesin secara bersamaan. Disarankan untuk menggunakan MBTI terlebih dahulu untuk mengenali kebiasaan berpikir dan berperilaku, lalu menggunakan Enneagram untuk mendalami motivasinya. Namun, jangan memaksa jawaban dari kedua sisi agar harus cocok, lebih tepat memperlakukannya sebagai dua buah senter yang masing-masing menerangi sebagian bagian.
Pemula sebaiknya mempelajari MBTI atau Enneagram dulu?
Kebanyakan orang menyarankan untuk mulai dari MBTI. Konsep keempat dimensinya sangat intuitif, deskripsinya dekat dengan kehidupan, diskusi komunitasnya banyak, dan rasa frustrasi pemula rendah. Tunggu sampai kamu memiliki pemahaman tertentu terhadap gaya perilakumu, dan hal yang benar-benar ingin ditangani adalah mengapa selalu mengulang emosi atau pola hubungan tertentu, barulah menggali lebih dalam menggunakan Enneagram akan memberikan hasil yang lebih banyak. Mempelajari keduanya sekaligus juga sangat bagus, jadikan MBTI sebagai fondasi terlebih dahulu baru kemudian diperdalam dengan Enneagram.
Kenapa Enneagram terasa lebih menyentuh hati dibandingkan MBTI?
Karena Enneagram langsung menangani motif inti dan ketakutanku, sementara MBTI sebagian besar mendeskripsikan gaya preferensimu. Mengakui bahwa diri ini introvert atau condong logis relatif lebih mudah, namun mengakui bahwa diri ini takut tidak dicintai atau takut tidak berharga jauh lebih sulit, sehingga deskripsi Enneagram sering kali membuat orang merasa seolah-olah tembus pandang atau bahkan ingin membentengi diri. Reaksi seperti ini sangat wajar, dan justru itulah alasan mengapa Enneagram cocok digunakan untuk pertumbuhan diri yang mendalam.
Sistem mana yang lebih akurat dan lebih ilmiah?
Keduanya memiliki batasan masing-masing dalam pengujian empiris yang ketat, sehingga tidak cocok menggunakan perbandingan mana yang lebih ilmiah untuk menentukan pemenang secara mutlak. MBTI mudah dipahami dan dikomunikasikan tetapi menggunakan metode dikotomi sehingga mudah tidak stabil saat diuji, sementara Enneagram menyelami motivasi tetapi memiliki ambang batas yang tinggi dan sering kali satu kuesioner saja tidak cukup akurat untuk menguji. Daripada membandingkan mana yang akurat, lebih baik memilih alat berdasarkan masalah yang ingin kamu selesaikan, dan jadikan keduanya sebagai referensi untuk mengenal diri sendiri, jangan memperlakukan sistem mana pun sebagai surat putusan hakim.