<<< Tidak cocok dengan atasan? 6 teknik managing up agar kerjamu lebih lancar dan lebih terlihat|MBT1 - Tes Kepribadian MBTI & Zodiak
Pengembangan Karier

Tidak cocok dengan atasan? 6 teknik managing up agar kerjamu lebih lancar dan lebih terlihat

Tidak cocok dengan atasan? 6 teknik managing up agar kerjamu lebih lancar dan lebih terlihat
Ringkasan

Kamu sudah bekerja keras dan melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi selalu ada jarak yang tidak dapat dijelaskan antara dirimu dan atasan. Dia merasa kamu kurang proaktif, kamu merasa dia sama sekali tidak mengerti seberapa banyak yang telah kamu lakukan; dia memberikan instruksi dengan samar, dan hasil kerjamu bukanlah yang dia inginkan. Seiring berjalannya waktu, tekanan terbesar saat pergi bekerja setiap hari bukanlah pekerjaannya itu sendiri, melainkan "bagaimana cara menghadapi atasan ini". Faktanya, bergaul dengan atasan adalah pelajaran yang bisa dipelajari, dan ia memiliki nama resmi yaitu "manajemen ke atas" – bukan menjilat, melainkan mengelola hubungan ini dengan cerdas yang paling memengaruhi kualitas kerjamu.

Manajemen ke atas bukan berarti menjilat, melainkan mengelola hubungan dengan baik

Begitu mendengar 'manajemen ke atas' (upward management), banyak orang akan mengerutkan kening: bukankah itu hanya menjilat dan pandai membawa diri? Padahal perbedaannya sangat jauh. Inti dari manajemen ke atas adalah secara proaktif memahami apa yang diinginkan oleh atasanmu dan cara komunikasi apa yang paling efektif, lalu menggunakan cara yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan membuat pencapaiannya terlihat olehnya.

Pikirkanlah: atasan menguasai penilaian kinerja, promosi, alokasi sumber daya, dan suasana hatimu setiap hari. Mengelola hubungan ini dengan baik, pihak yang paling diuntungkan sebenarnya adalah dirimu sendiri - pekerjaan lebih lancar, kesalahpahaman lebih sedikit, kerja keras lebih mudah ditegaskan. Ini tidak ada hubungannya dengan menjilat, melainkan kebijaksanaan tempat kerja yang matang.

Memperlakukan atasan sebagai 'objek kerja sama yang perlu dipahami', alih-alih 'otoritas tinggi yang hanya bisa dituruti', kamu telah melangkah keluar di langkah pertama manajemen ke atas.

Langkah pertama: Pahami dulu seperti apa tipe atasanmu

Atasan yang berbeda menginginkan hal yang sangat berbeda, menggunakan cara yang salah hanya akan menghasilkan sedikit hasil dengan usaha yang banyak. Sebelum mengeluh 'atasannya menyebalkan', luangkan waktu sejenak untuk mengamati termasuk tipe apa dia:

  • Tipe detail vs tipe gambaran besar: Ada orang yang ingin kamu melaporkan setiap detail, ada orang yang hanya ingin mendengar kesimpulan——salah paham, satu menganggapmu bertele-tele, satu menganggap penjelasannya tidak jelas.
  • Data vs Perasaan: ada yang memintamu berbicara dengan bukti nyata, ada pula yang lebih mementingkan suasana tim dan sikapmu.
  • Ingin laporan yang sering vs lepaskan dan biarkan: Ada yang cemas jika tidak menerima perkembangan, ada yang paling benci terus-menerus diganggu
  • Keputusan cepat vs Berpikir lama: ada yang langsung memutuskan di tempat, ada yang butuh waktu untuk mencerna, terlalu ditekan justru berakibat sebaliknya.

Dengan memahami hal-hal ini secara tuntas, kamu bisa berkomunikasi dengannya dengan cara yang dapat ia pahami. Jika ingin memahami perbedaan kepribadian manusia secara lebih sistematis, memahami sedikit konsep tes tipe kepribadian MBTI 16 akan membantumu lebih cepat membaca logika operasional atasan (dan rekan kerjamu).

6 kiat manajemen ke atas yang praktis

Setelah memahami orangnya, langkah selanjutnya adalah tindakan konkret. Enam jurus ini dapat membuat kerjasamamu dengan atasan menjadi jauh lebih lancar:

  • Laporkan secara proaktif, jangan tunggu ia yang bertanya: perbarui progres secara berkala, berikan atasan rasa memegang kendali, maka ia tidak akan terus-menerus mengawasimu.
  • Sampaikan poin utama laporan terlebih dahulu, berikan kesimpulan di awal: Khususnya bagi atasan yang sibuk, sebutkan hasil terlebih dahulu lalu lengkapi dengan detail, jauh lebih efektif daripada bertele-tele setengah mati
  • Membawa 'solusi' alih-alih hanya 'masalah': saat menghadapi situasi, ajukan satu atau dua opsi untuk dipilih olehnya, alih-alih melempar kesulitan mentah-mentah kembali padanya
  • Konfirmasi kebutuhan sebelum bertindak: Saat instruksi tidak jelas, gunakan 'aku paham maksudnya seperti ini, benar kan' untuk mengonfirmasi, hemat waktu dari pekerjaan sia-sia
  • Biarkan usahamu terlihat: bekerja dalam diam saja tidak cukup, sinkronkan secara moderat kontribusi dan hasil kerjamu, ini bukan pamer, melainkan membuat pengorbanan itu diketahui.
  • Tanggapilah tujuannya: Hubungkan pekerjaanmu sendiri dengan tujuan yang dipedulikan oleh atasan, dia akan lebih bersedia mendukungmu dan memberimu sumber daya

Bagaimana cara melindungi diri sendiri saat menghadapi atasan yang sangat menyebalkan?

Tentu saja, manajemen ke atas (upward management) memiliki batasannya. Beberapa atasan memang emosional, suka melimpahkan kesalahan, atau terbiasa menekan orang lain. Pada saat seperti ini, fokusnya berubah dari "mengelola hubungan" menjadi "melindungi diri sendiri".

Beberapa pendekatan pragmatis: Untuk instruksi dan keputusan penting, usahakan meninggalkan catatan tertulis (email, pesan) untuk melindungi diri sendiri sekaligus memperjelas tanggung jawab; saat menghadapi serangan yang bersifat emosional, cobalah untuk fokus pada masalahnya bukan pada orangnya, dan jangan sampai terseret; pada saat bersamaan, kembangkan kekuatan dan jaringan relasi Anda secara diam-diam, agar Anda selalu memiliki modal "lebih dari sekadar satu jalan ini".

Jika hubungan ini sudah berdampak parah pada kesehatan fisik dan mentalmu, jangan bertahan dengan keras kepala—pindah departemen, ganti atasan, bahkan mengganti pekerjaan adalah pilihan yang masuk akal. Manajemen ke atas (managing upward) bertujuan agar kamu hidup lebih baik, alih-alih memaksamu menoleransi segalanya.

Pada akhirnya, ini adalah kemampuan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri

Banyak orang menyerahkan hubungan dengan atasan sepenuhnya pada keberuntungan — bersyukur saat mendapat atasan baik, dan pasrah saat mendapat atasan buruk. Tetapi manajemen ke atas (managing upward) memberitahumu: kamu sebenarnya memiliki inisiatif yang lebih besar dari yang kamu bayangkan untuk memengaruhi kualitas hubungan ini.

Belajar memahami atasan, berkomunikasi secara efektif, dan memperjuangkan hak secara tepat, tidak hanya membuat pekerjaanmu saat ini berjalan lebih lancar, tetapi juga merupakan sebuah keterampilan yang akan menyertaimu seumur hidup. Bagaimanapun juga, kamu akan menemui banyak atasan dalam hidupmu, daripada selalu menerimanya secara pasif, lebih baik melatih "hubungan vertikal ke atas" menjadi keahlianmu sendiri.

Coba mulailah dari laporan progres besok. Sensasi memegang bola kendali di tangan sendiri akan membuat rasa menguasai pekerjaan perlahan-lahan kembali padamu.

Pertanyaan Umum FAQ

Apakah manajemen ke atas itu sekadar menjilat dan mencari muka?

Bukan. Menjilat adalah menukar keuntungan dengan sikap akur dan menyenangkan orang lain, sedangkan manajemen ke atas adalah berinisiatif memahami kebutuhan dan cara komunikasi atasan, melakukan hal dengan metode yang tepat serta memperlihatkan hasilnya kepada atasan. Yang pertama mengandalkan kepiawaian kata-kata, yang kedua mengandalkan kekuatan ditambah komunikasi. Mengelola hubungan dengan baik akan menjadikanmu pihak yang paling diuntungkan—pekerjaan lebih lancar, kesalahpahaman lebih sedikit, dan usaha lebih diakui.

Instruksi dari atasan sangat tidak jelas, giliran sudah dikerjakan malah dikritik, bagaimana solusinya?

Memastikan kebutuhan sebelum mulai mengerjakan adalah solusi yang paling efektif. Bisa menggunakan 'saya mengerti hal ini tujuannya untuk mencapai OO dan arahnya adalah XX, benar ya' untuk mengulangi kembali, agar atasan memiliki kesempatan untuk mengoreksi. Jika diperlukan, kamu juga bisa mengerjakan sebagian kecil terlebih dahulu untuk ditunjukkan kepadanya, memastikan arahnya sudah benar baru dikerjakan secara maksimal. Cara ini mampu mengurangi pekerjaan sia-sia secara signifikan, dan juga membuat atasan merasa bahwa kinerjamu teliti serta dapat diandalkan.

Aku sudah bekerja keras, tapi atasan sepertinya tidak melihat, bagaimana ini?

Menyelesaikan pekerjaan secara diam-diam sering kali tidak cukup. Cobalah untuk menyinkronkan progres dan hasil kerjamu secara moderat, misalnya dengan melaporkannya secara singkat dalam rapat rutin atau memperbarui progres kunci melalui email. Ini bukan pamer, melainkan membiarkan kerja kerasmu terlihat—atasan sangat sibuk dan tidak akan secara aktif menyadari apa yang dilakukan oleh setiap orang. Menghubungkan kontribusimu dengan target yang mereka pedulikan akan memberikan hasil yang lebih baik.

Bagaimana cara melindungi diri saat menghadapi atasan yang emosional dan suka lempar tanggung jawab?

Fokus beralih dari mengelola hubungan ke melindungi diri sendiri: instruksi penting sedapat mungkin tinggalkan catatan tertulis, perjelas pembagian tanggung jawab; menghadapi serangan emosional hadapi masalahnya bukan orangnya, tidak terseret masuk; pada saat yang sama kembangkan kekuatan dan jaringan secara diam-diam untuk memberi diri sendiri lebih banyak pilihan. Jika hubungan ini telah memengaruhi kesehatan fisik dan mental secara serius, pindah departemen atau berganti pekerjaan adalah pilihan yang wajar, tidak perlu bertahan secara paksa.

Apakah memahami kepribadian atasan membantu dalam manajemen ke atas?

Sangat membantu. Atasan dengan kepribadian yang berbeda membutuhkan cara komunikasi dan hal yang mereka perhatikan yang berbeda pula — ada yang mementingkan detail, ada yang melihat gambaran besar, ada yang butuh laporan rutin, dan ada yang benci diganggu. Dengan mengenali tipe mereka terlebih dahulu, kamu bisa berkomunikasi dengan cara yang dapat mereka pahami. Memahami sedikit konsep tes MBTI 16 tipe kepribadian dapat membantumu membaca logika kerja atasan dan rekan kerja dengan lebih cepat.

Penulis: Tim MBT1

Kami adalah tim yang terdiri dari pengajar bersertifikasi MBTI dan para partner yang mencintai psikologi kepribadian. Kami percaya bahwa mengenal diri sendiri seharusnya bukan ilmu yang rumit — jadi kami mengubah teori 16 tipe kepribadian yang ketat menjadi konten yang mudah dibaca dan digunakan oleh siapa saja.

Setiap artikel menggabungkan pengamatan dari lokasi pengajaran, konseling aktual, dan kasus kehidupan, mulai dari sifat kepribadian, percintaan, karier hingga hubungan interpersonal, ditulis sedetail dan sedekat mungkin dengan kenyataan. Tujuan kami sangat sederhana: setelah kamu selesai membacanya, kamu benar-benar lebih memahami diri sendiri, dan juga lebih tahu cara bergaul dengan orang-orang di sekitarmu.

  • Konten ditinjau oleh instruktur bersertifikasi MBTI, berupaya untuk profesional dan akurat
  • Seluruh artikel asli dalam Bahasa Mandarin Tradisional, tidak menerjemahkan, tidak menjiplak situs web luar negeri
  • Secara berkala meninjau dan memperbarui koreksi berdasarkan sudut pandang terbaru
  • Bertujuan untuk eksplorasi diri dan pertumbuhan, tidak memberi label, tidak membesar-besarkan

※ Seluruh konten hanya untuk referensi eksplorasi diri dan pertumbuhan, bukan diagnosis medis atau psikologis.

Lebih banyak artikel Pengembangan Karier

Tautan berhasil disalin!
>>>